Latest Post

6 Bulan Buron Dan Masuk DPO Sutiono Berhasil DiamakanPetugas

Written By Redaksi Potretsumsel on Senin, 29 Agustus 2016 | 08.12.00



Kayuagung, potretsumsel.com -  Setelah enam bulan buron dan masuk daftar pencarian orang (DPO) pihak kejaksaan negeri kayuagung OKI,Sutiono (59) warga desa mekar wangi yang merupakan tersangka tindak pidana korupsi dana KUR (Kredit usaha rakyat) melalui bank BRI cabang kayuagung pada KUD mekar sari desa Mekar wangi kecamatan mesuji beberapa waktu lalu,akhirnya berhasil diamankan petugas.

Menurut informasi yang dihimpun  dilapangan, Sutiono ditangkap unit gabungan pihak kajari dibantu oleh unit reskrim polsek mesuji dan kasi intel polsek mesuji sekira pukul 14.00 Wib didesa mekar wangi kecamatan mesuji kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Tersangka sutiono ini ditangkap lantaran telah menjadi DPO pihak kejaksaaan negeri kayuagung OKI dikarenakan telah melakukan tindak pidana korupsi sehingga menyebabkan kerugian negara ditafsir sebesar 11 milyar lebih.

Sementara itu,Kepala kejaksaan negeri kayuagung, Viva rustaman saat dikonfirmasi ,Senin (29/8/2016) mengatakan,Tersangka ditangkap dirumahnya berawal dari informasi masyarakat yang kita terima kemudian langsung ditangkap.

"Kita dapat informasi bahwa pagi tadi tersangka ada dirumah, lalu kita langsung bergerak meringkus pelaku," ungkapnya
Sebelumnya, tersangka sendiri sempat digrebek petugas Senin (25/4/2016) lalu namun tidak membuahkan hasil.

 Selanjutnya diterbitkan DPO oleh penyidik Kejaksaan Negeri kayuagung OKI.
“Karena tersangka menghilang, petugas kejaksaan lantas menyebar informasi kepada masyarakat prihal status tersangka,” ungkapnya.

Atas penangkapan ini, tersangka selanjutnya akan dititipkan di Lapas Kayuagung, untuk proses lebih lanjut. Sementara dua tersangka lain yang merupakan mantan karyawan Bank BRI kayuagung, Bambang dan M Nuh sudah ditahan lebih dulu dan menjalani sidang di pengadilan Tipikor Palembang (Aan)

Tahun 2015 PTPN VII sudah Stop Bakar Daduk


Ogan Olir, potretsumsel.com-Badan Usaha Milik Negara (BUMN)  PTPN VII Cinta Manis saat ini telah melakukan inovasi baru pada saat musim giling (panen-red) tahun ini.
Dahulu Daduk (Sampah tebu) yang biasanya dibakar pada saat panen, di tahun 2016 ini Daduk tersebut diolah kembali menjadi pupuk dengan menggunakan Sistem teknologi zero burning yg didapatkan dari hasil study banding di Australia.

Hal tersebut dikatakan General Manager PTPN VII Cintamanis Ir H Syukur HK didampingi Humas H Abdul Hamid serta Asisten Umum Kharisma dan Asisten Kepala Rayon 4 Isnain senin (29/8)
Lebih lanjut terangnya sebagai bentuk antisipasi dan minimalisir kebakaran lahan, PTPN VII Cintamanis menerapkan teknologi zero burning sejak April lalu. Penerapan teknik tersebut juga dapat meningkatkan unsur hara tanah sehingga tingkat kesuburan tebu saat tumbuh kembali menjadi tinggi.

Dikatakannya dalam setiap hektar lahan menghasilkan daduk sebanyak 21 ton, sedangkan dalam pengelolahannya meliputi beberapa tahapan yang ditempuh saat hendak melakukan proses zero burning.
“iya,yang pertama kita masuk tahapan panen kemudian mnggunakan traktor discflow dengan cara membongkar tanah untuk membersihkan ratun, setelah ratun dihancurkan kemudian dicacah menggunakan stuble shafer, kemudian tahapan dischcooltifikasi yaitu perawatan tanaman menggunakan piringan, selanjutnya tanah diratakan kembali dan kemudian tumpukan daduk di serak selanjutnya penyiraman nitrogen atau urea cair sebanyak 5 kg per Hektar sehingga sampah tercampur dengan mikroba untuk berubah menjadi humus, selanjutnya tebu dapat tumbuh subur,”katanya
Lanjut Syukur walau terbilang mahal dan harus memodifikasi peralatan sistem tersebut diyakininya dapat meningkat hasil produksi.

“pemerintah memang melarang pembakaran lahan karena itu kita menggunakan teknologi ini. Memang costnya relatif tinggi namun kita dapat menghasilkan tebu organik yang berkualitas. Kita targetkan tahun ini tercapai produksi gula 61ributon,”ujarnya
Ia juga menambahkan bambahkan bahwa pengelolaan sampah tebu atau daduk tersebut merupakan hasil belajar ke Australia dan Brasil, pada tahun 2015 dengan cara memodifikasi alat.

“alhamdulillah pengelolaan lahan menjadi base prestice di tingkat nasional untuk pengelolaan sampah perkebunan tebu. zero burning berfungsi untuk menjaga kelembaban tanah, menambah bahan organik untuk menyuburkan tanah. Bahkan untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan sudah disiapkan peralatan, mobil pemadam dan petugas pmk. Yang jelas kita berkomitmen pada pertanian yang berwawasan lingkungan, selain meningkatkan produksi gula yang berkualitas,” katanya (ian)

Kecamatan Cengal Dan Sungai Menang, Sudah Menikmati Aliran Listrik



Kayuagung, potretsumsel.com - Guna membantu masyarakat terlepas dari keterbelakangan,Pemerintah daerah kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) telah melakukan berbagai upaya salah satunya melalui pembangunan jaringan listrik desa,
 
Seperti yang dilaksanakan diwilayah kecamatan sungai menang dan cengal,diwilayah ini pada tahun 2015 lalu pemkab OKI telah menyediakan sebanyak 549 Unit jaringan Pembangkit Listrik tenaga surya (PLTS) ditambah 103,96 Km Jaringan Listrik pedesaan.

Dengan tersedianya jaringan listrik pedesaan ini perlahan tapi pasti masalah keterbelakangan dapat segera tergerus dari wilayah tersebut dan hal ini tentunya sangat didambakan oleh seluruh masyarakat setempat.
Seperti kegembiraan yang dirasakan Reni Marlina Pisyadi salah satu warga desa talang jaya kecamatan sungai menang yang diungkapkannya melalui laman akun facebook pribadi miliknya,minggu (28/8/2016).

Pada laman tersebut tertulis, mungkin untuk masyarakat kota atau daerah yang sudah ada jaringan listriknya pas mereka dilahirkan itu tidak berarti apa-apa,karena mereka tidak merasakan bagaimana kami mengeluarkan uang jutaan rupiah perbulan untuk membeli BBM hanya untuk penerangan dari jam 06.00 sore sampai jam 06.00 pagi tanpa bisa memakai peralatan elektronik yang lain,dengan ini saya pribadi ingin mengucapkan terima kasih kepada bapak bupati OKI Iskandar,SE karena alhamdulillah sudah satu bulan ini kami masyarakat talang jaya kecamatan sungai menang telah menikmati jaringan listrik dan semoga bapak dapat memenuhi janji yang lain.

Menanggapi hal tersebut,Ir.Man Winardi,MTP selaku kepala dinas pertambangan dan energi kabupaten OKI saat dikonfirmasi Senin (29/8/2016) mengatakan,alhamdulillah masyarakat kecamatan sungai menang dan cengal sekarang ini telah dapat menikmati aliran listrik,hal ini semua berkat bapak Iskandar,SE karena ini adalah program, terobosan dan semangat beliau sehingga pada tahun ini sudah dapat merasakan aliran listrik yang dianggarkan melalui APBD tahun 2015.

Kedepan,kata dia lagi,khususnya tahun 2016 ini akan terus dilakukan kembali mengalokasikan bagi desa-desa yang lain,untuk desa talang jaya sudah selesai tetapi untuk desa-desa lainnya yang ada kecamatan sungai menang pembangunan jaringan listrik akan terus dilanjutkan.
"Dengan adanya program pak bupati OKI Iskandar,SE ini pihak PLN pun memberikan perhatian yang cukup besar,artinya program pak bupati dalam membantu pencapaian target nasional mengenai pemenuhan jaringan listrik bagi masyarakat."tandasnya.

Maka dari itu,tambah dia,kami selaku perwakilan dari pemkab OKI tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak PLN,dalam hal ini PLN Rayon kayuagung,rayon tugu mulyo,rayon Ampera yang ruang lingkup pekerjaannya dikabupaten OKI,pihak P2K pitdes dan pihak PLN area palembang serta PLN wilayah sumbagsel.
" janji pak bupati ini telah tertuang dalam RPJMD kabupaten OKI sehingga pada tahun-tahun kedepan akan terus berupaya untuk dituntaskan mengenai jaringan listrik mengingat kebutuhan aliran listrik masih banyak belum terpenuhi bagi masyarakat."jelasnya

Lanjut dia,Tujuan pembangunan jaringan listrik ini adalah tentu demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat artinya seperti yang disampaikan masyarakat talang jaya yang selama ini mereka harus mengeluarkan biaya sangat tinggi untuk hanya sekedar memperoleh aliran listrik atau penerangan,sekarang dengan adanya jaringan listrik yang telah mereka nikmati akan dapat mengurangi beban mereka secara ekonomi dan dana-dana yang selama ini mereka keluarkan dapat dimanfaatkan ke aktifitas lainnya (Aan)

Hasil Survei Tentukan Cagub Dari PDIP



LUBUBUKLINGGAU, potretsumsel.com-
Menyikapi pesta Demokrasi pemilihan calon gubernur Sumatera Selatan yang akan dilaksanakan pada 2018 mendatang, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) belum tentukan sikap hingga hasil survei 2017 didapatkan.

Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PDIP Sumsel Giri Ramanda Kemas, bahwa hingga saat ini pihaknya belum menentukan sikap dan belum juga mendorong bakal calon yang akan maju pada pesta pemilihan gubernur dan wakil gubernur sumsel pada 2018 mendatang.

"Hingga saat ini kami belum bisa menentukan sikap siapa yang akan diusung untuk menjadi gubernur atau wakil gubernur karena kami masih menunggu hasil survei yang akan dilaksakan oleh tim pada pertengahan 2017 mendatang," Ungkapnya Senin (28/8) sekitar pukul 15.00 WIB saat menghadiri acara pelantikan LKS di Kota Lubuklinggau.

Pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sumsel ini juga mengatakan bahwa terkait dirinya apakah akan maju di pesta pemilihan cagub dan cawagub sumsel ia juga belum dapat memastikannya sebab berdasarkan aturan DPP PDI dirinya sudah diberikan amanah di DPRD saja.

"Sejauh ini saya belum bisa memastikan apakah saya maju ke pilgub ini atau tidak sebab sejauh ini dari DPP belum memberikan ijin untuk saya maju menjadi cagub tapi kalu bupati atau walikota kemungkinana bisa terjadi," jelasnya.

Pria yang sering disapa bung giri ini juga menyampaikan bahwa di 2018 mendatang PDIP tidak akan mengusung calon lain selain calon yang kadernya dari PDI P, baik mencalonkan diri sebagai cagub atau cawagub.

"Yang jelas kami akan mengusungkan calon yang asli berasal dari kader PDIP bukan dari luar PDIP, meskipun nanti hanya menjadi cawagub saja, kami tetap akan mengusung kader asli PDIP bukan dari partai lain," ujarnya.

Ia juga menambah sejauh ini belum ada petunjuk resmi dari DPP siapa kader yang akan maju, yang jelas hingga pertengahan 2017 hasil survei dikeluarkan, pihaknya akan tetap fokus ke tugas dan bidang masing-masing.

"Pestanya kan masih lama jadi untuk sekarang kami masih fokus ketugas masing-masing, biar nanti hasil survei masyarakat pada 2017 yang menentukan siapa yang layak mengemban amanah masyarakat untuk menjadi cagub atau cawagub sumsel 2018 mendatang dari partai PDIP," tegasnya.(Joni)

PNS dan Honorer RSUD yang Tertangkap Judi Hanya Diberikan Peringatan

Written By Redaksi Potretsumsel on Jumat, 26 Agustus 2016 | 06.15.00


KAYUAGUNG, potretsumsel.com - Lima pegawai RSUD Kayuagung yang tertangkap saat bermain judi di ruangan instalasi sarana dan prasarana RSUD Rabu (24/8) sekitar pukul 15.00 WIB lalu hanya diberikan sanksi peringatan oleh pihak RSUD Kayuagung. Hal ini ditegaskan oleh Direktur RSUD Kayuagung, dr Dedi Sumantri di Aula RSUD Kayuagung, Jumat (26/8/2016).

Menurut orang nomor satu dirumah sakit tersebut kelima pegawai RSUD yang tertangkap saat bermain judi tersebut salah satunya adalah PNS. “Untuk fanismen yang kemaren ada tiga orang yang nyabu 1 honorer 2 diantaranya PNS untuk yang PNS kita serahkan sepenuhnya kepada Inspektorat sedangkan yang honor kita tunggu proses hukum kalau memang hasilnya positif narkoba terpaksa kita keluarkan karena kita masih melihat asas praduga tidak bersalah,”jelasnya.

Sedangkan untuk yang tertangkap melakukan perjudian kata Dedi, ada lima orang satu diantaranya PNS sisanya honorer dan hukuman yang diberikan pihak rumah sakit terhadap pegawai yang melakukan perjudian tersebut akan diberikan peringatan yang pertama dan yang terakhir. “Karena mereka masalahnya berjudi kita berikan ultimatum berupa peringatan pertama dan terakhir agar mereka jera, sekali lagi mereka melakukan tindakan tersebut mau tidak mau kita rumahkan,”jelasnya.

Wakil Bupati OKI, M Rifa’I mengatakan, nasib rumah sakit kayuagung ini sudah pecah berkeping-keping karena ulah dari pegawainya sendiri dan ini adalah predikat yang menghancurkan nama baik pemerintah OKI. “Kenapa ini terjadi berarti kurangnya pengawasan oleh pihak rumah sakit dan siapapun yang terlibat narkoba akan kita berikan tindakan tegas yang PNS akan kita usulkan pemecatannya sementara yang honorer akan langsung dipecat,”terangnya.

Menyikapi hal tersebut Anggota DPRD OKI, Solahuddin Djakfar menegaskan, bahwa dirinya meminta pihak rumah sakit untuk memberikan sanksi berat terhadap pegawai yang tertangkap melakukan perjudian dalam artian harus dilakukan pemecatan bagi pegawai honorer untuk yang PNS juga harus diberikan sanksi tegas berupa penundaan kenaikan pangkat. “ Yang honor harus dipecat jangan hanya diberikan peringatan karena perbuatan mereka ini sudah mencoreng citra RSUD bahkan pemerintah OKI,”katanya.

Menurut Solahuddin Djakfar pihaknya selaku mitra dari RSUD Kayuagung akan segera memanggil direektur RSUD Kayuagung terkait kejadian tersebut. “ Saat kita sedang melakukan kunjungan kerja setelah ini akan kita panggil direkturnya,”ungkap pria yang akrab disapa Endeh ini. (Aan)

Seluruh Pegawai RSUD Kayuagung di Tes Urine


KAYUAGUNG, potretsumsel.com Menindak lanjuti tertangkapnya pegawai RSUD Kayuagung yang mengonsumsi sabu dan bermain judi di ruangan instalasi sarana dan prasarana RSUD Rabu (24/8) sekitar pukul 15.00 WIB lalu. Pemerintah Kabupaten OKI, melalui Badan Narkotika Nasional (BNK) Kabupaten OKI melakukan tes urine kesejumlah pegawai di RSUD kayuagung, Jumat sore (26/8/2016).

Kepala BNK OKI, H. Ahmad melalui Sekretaris BNK, Suaiful Bahri mengatakan, tes urine yang dilakukan ini adalah tindak lanjut dari penangkapan oknum PNS RSUD yang mengonsumsi sabu. “Ini merupakan instruksi jadi kita harus melakukan tes urine kepada sejumlah pegawai RSUD,”ungkapnya.

Menurutnya, tidak semua pegawai RSUD dilakukan tes urine hari ini mengingat ada yang tidak masuk karena mendapat jadwal kerja pada malam hari. “Untuk yang belum dites urine nanti kita konsolidasikan lagi dengan pihak rumah sakit, yang jelas kita hanya melaksanakan,”jelasnya.

Direktur RSUD Kayuagung, Dr Dedi Sumatri mengatakan, tes urine ini dilakukan secara dadakan dan diam-diam agar tidak ada kariyawan yang kabur. “Sengaja tidak dikasih tau kepada teman-teman kalau diberitahu nanti ada yang menghilang dan yang dites urine ini belum semuanya,”jelasnya.
Katanya, untuk yang belum melakukan tes urine nanti akan didatangi langsung keruangannya masing-masing. 

“Yang jelas semuanya akan dilakukan tes urine,”katanya.
Mengenai pegawai yang ditangkap beberapa hari yang lalu dirinya sangat menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya, terkait oknum yang ditangkap kemarin pihaknya masih menunggu proses hokum. “Siapapun yang mencoreng nama rumah sakit mau tidak mau akan kita ambil tindakan tegas,”jelasnya (Aan)

Residivis Jambret Kembali Dibekuk



LUBUKLINGGAU,potretsumsel.com
- Pernah mendekam dipenjara, tidak membuat dua tersangka jambret yakni Wahyu (19), warga kampung IV, Kecamatan Jayaloka, Kabupaten Mura dan Beni (20), warga Kelurahan Bandung Kiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat I kapok. Sebelumnya, kedua resdivis itu pernah mendekam dipenjara kasus bobol rumah.

Kedua tersangka yang mengaku sudah sedari kecil bersahabat itu, diringkus usai menjalankan aksi jambret di Jalan Garuda, depan SMP Xaverius, Kelurahan Bandung Kiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kamis (18/8) sekitar pukul 08.00 WIB. Sedangkan satu lagi temannya yakni, R kini masuk daftar pencarian orang (DPO).

"Awalnya kita menangkap Beni," kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Ari Wahyu Widodo melalui Kapolsek Lubuklinggau Barat, AKP Junaidi Lubet didampingi Kanit Reskrim, Aipda Faizal.
Penangkapan terhadap tersangka Beni, kelang beberapa jam setelah mereka beraksi melakukan jambret dengan bonceng tiga menggunakan satu unit motor Honeda Supra X warna hitan tanpa plat nomor kendaraan. Korbannya, yakni Ana yang mengendarai motor melintas di TKP. Lantas motor korban diikuti tersangka cs yang melihat HP tergelatak di bok depan sebelah kiri motor.

"Kemudian oleh R (DPO) langsung menarik HP korban," bebernya.

Sedangkan tersangka Wahyu saat itu bertugas sebagai joki dan tersangka Beni duduk ditengah. Lalu tersangka R bertugas mengeksekusi HP milik korban. Setelah mendapatkan HP korban, tersangka cs kabur. Korban berteriak, hingga tersangka cs dikejar warga. Kebetulan dilokasi juga anggota unit reskrim Polsek Lubuklinggau Barat tengah melintass melaksanakan kegiatan patroli.

Tak ayal, terjadi aksi kejar-kejaran antara Polisi yang dibantu warga dengan tersangka cs. Sesampainya di Gg Makruf, Kelurahan Bandung Kiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Polisi dapat meringkus salah satu tersangka yakni Beni. Sedangkan, dua tersangka lagi dapat kabur.

"Keesokan harinya kami menangkap tersangka wahyu dirumahnya di Jayaloka dengan mengamankan BB HP Samsung," ungkapnya.

Sementara itu tersangka Wahyu mengaku yang memiliki ide untuk melakukan aksi jambret yakni R. Saat itu, dirinya dengan R baru keluar dari warung internet (Warnet). Lalu menjemput Beni dirumahnya.

"R yang ngeliat korban. Diliatnyo ado HP di bok motor," kata Wahyu.

Uang HP hasil jambret tersebut, oleh para tersangka rencananya akan dipakai untuk bermain poker.

"Duitnyo buat maen poker di warnet. Aku dengan Beni lah lamo bekawan, sudah dari kecik. Aku dengan Beni pernah tebuang kasus bobol rumah," pungkasnya.(Joni)

Diduga Korupsi sekertaris PNPM Karang Jaya Digiring Ke Sel

Tersangka Iskandar sekertaris Kecamatan Karang Jaya Diduga Korupsi  menggunakan Baju Kemeja Abu-abu saat digiring ke Lapas Kelas II A Lubuklinggau (Joni)
LUBUKLINGGAU,potretsumsel.com - Tersangka kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) dalam anggaran fiktif Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musirawas Utara (Muratara), yakni Iskandar, akhirnya berhasil diamankan dan langsung dijebloskan ke Lapas Kelas IIA Lubuklinggau, usai tersangka menyembunyikan diri atau jadi buronan selama hampir satu tahun oleh Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau. Kepala Kejari Lubuklinggau, Jaya Putra melalui Penyidik Kejaksaan, Darmadi Edison menjelaskan, penangkapan tersangka, dilakukan setelah tersangka menghadiri panggilan jaksa yang telah dilayangkan berulang kali. "Tersangka ini, sudah hampir satu tahun masuk daftar pencarian orang (DPO). Bahkan, kita telah menyampaikan empat kali surat panggilan, diantaranya tanggal 23 Agustus 2015, lalu 26 Agustus 2015 dan 2 September 2015 dan tersangka tetap tidak hadir," ungkapnya, Jumat (26/8). Ia menjelaskan, panggilan terakhir atau yang keempat dilayangkan pihaknya, yakni pada tanggal 23 Agustus 2016, agar dia hadir pada, Jumat (26/8). Sehingga, saat tersangka hadir inilah, langsung dilakukan penahanan oleh pihak penyidik. "Tersangka ini selaku Sekretaris di Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) PNPM. Saat ini, tinggal satu tersangka lain yang masih dalam pencarian, yakni Repi yang merupakan Bendahara UPK. Untuk tersangka yang ditahan ini, dia sebelumnya diperiksa selama 3 jam, yakni dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB dengan dicecar 12 pertanyaan," kata dia. Sebelumnya, sejumlah tersangka dalam kasus yang terjadi pada tahun 2014 ini, telah menjerat sejumlah pejabat dan sejumlah pengurus Unit Pelaksana Kegiatan (UPK), yakni diantaranya Rodiawati selaku Ketua Unit Pelaksana Kegiatan (UPK), Herman Taufik, mantan Camat Karang Jaya dan Winarto pendamping lokal PNPM 2014 dan telah menjalani masa tahanan di Lembaga Pemasyarakat (LP) Kelas II A Lubuklinggau. Seperti diketahui, dugaan korupsi kegiatan PNPM di wilayah Kecamatan Karang Jaya ini, terbongkar atas laporan masyarakat yang langsung dilakukan pengecekan, ternyata anggaran Rp1,5 miliar yang harusnya disalurkan untuk membiayai kegiatan kelompok masyarakat tersebut, malah disalahgunakan untuk kegiatan fiktif. Bahkan, sejumlah uang pun dibagi rata, diantaranya ke ketua UPK, Sekretaris dan Bendahara berkisar antara Rp. 200 hingga Rp. 250 juta per orang, namun ada juga berkisar Rp. 600 juta yang dipinjamkan ke perorangan dan sebagian tidak jelas penggunaannya.(joni)

Wabup OKI Segera Evalluasi Kinerja Direktur RSUD Kayuagung

Written By Redaksi Potretsumsel on Kamis, 25 Agustus 2016 | 08.14.00



Kayuagung,potretsumsel.com - Disaat Bupati OKI, Iskandar SE menunaikan ibadah haji, bukannya para abdi negara menjalankan tugasnya dengan baik. Justru membuat malu Pemerintahan Kabupaten OKI, seperti oknum PNS dan para honorer di Rumah Sakit Umum Daerah Kayuagung yang berulah dengan menggelar pesta sabu dan judi. Akibatnya para pegawai tersebut digelandang ke Mapolsek Kota Kayuagung untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

"Pukulan telak" tersebut membuat malu jajaran Pemerintahan Kabupaten OKI, kurangnya pengawasan dari para pimpinan ditenggarai sebagai penyebabnya.
Wakil Bupati OKI, H M Rifai, SE tak tinggal diam atas persoalan ini, dia menegaskan akan mengevaluasi kinerja Direktur RSUD Kayuagung." Besok kumpulkan para pegawai di RSUD kita gelar rapat disana, dan nanti juga akan membahas kinerja pimpinannya."ujar Wabup.

RSUD Kayuagung, memang sering menjadi sorotan dalam pelayanan. Namun kali ini diperparah oleh kelakuan para pegawainya yang kedapatan pesta sabu dan judi di ruangan instalasi sarana dan prasarana.
Direktur RSUD Kayuagung, dr Dedi Sumantri, melalui Kabag Tata Usaha, Iskandar Fuad, SSos mengaku lalai terhadap apa yang diperbuat anak buahnya." Selama ini tidak pernah terjadi hal ini, dan setiap hari ada yang piket tapi tak pernah ditemukan adanya oknum melakukan kegiatan tersebut." kata Fuad, Kamis (25/8/2016) di ruang kerja Wakil Bupati saat jumpa pers dengan sejumlah wartawan.

Kepala BKD OKI, Listiadi Martin, SSos, sangat prihatin dengan kejadian ini, kata dia ini merupakan pukulan bagi RSUD Kayuagung, pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepegawaian bila nanti para PNS tersebut telah ditetapkan statusnya tersangka."Kami tak akan mentolerir hal ini, kami akan usulkan pemecatan ke BKN bila memang statusnya telah jadi tersangka."kata Listiadi  (Aan).

Aliansi Indonesi adakan seminar Anti Narkoba


Yongki : "Beri kesempatan, mereka adalah korban dari ketidakpahaman,"
Ogan Ilir, potretsumsel.com-  Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Badan Peneliti Aset Negara Aliansi Indonesia Kabupaten Ogan Ilir hari ini (25/8) mengadakan seminar anti narkoba. Acara yang berlangsung selama satu hari ini bertempat di aula Komplek Perkantoran Terpadu Tanjung Senai.
Dalam kata sambutannya Ketua DPC BPAN Ai Kabupaten Oi Yongki Ariansyah mengatakan, Narkoba adalah musuh utama negara dengan demikian mari bersama sama kita selamat negara dari bahaya penyalahgunaan narkoba. dengan tidak mengucilkan bagi mereka yang telah menjadi korban dari bahayanya barang haram tersebut.

Lebih lanjut Yongki menjelaskan Korban Narkoba prekpentif pendekatanlah yang harus diutamakan, dan pemenjaraan bukanlah jawabannya.
"marilah kita rangkul para korban Narkoba, mereka hanyalah korban ketidakpahaman," Tegas Yongki.
Sambutan dilanjutkan oleh Samsu, Ketua DPD BPAN Ai Sumsel, dengan tegas Samsu mengajak seluruh lapisan masyarakat, pemerintahan dan aparat penegak hukum untuk memberantas bahaya Narkoba, berdasarkan Instruksi Presiden, Kaporli dan Panglima.

Sementara itu Plt. Bupati Ogan Ilir yang dalam acara seminar ini di wakilkan oleh Sekretaris Daerah Oi H. Herman SH, MM sangat memberi apresiasi kepada DPC BPAN Ai Oi karena telah memprakasai acara seminar yang sangat penting ini. Sekda pun berpesan kepada para remaja, jangan sekali kali mencoba menggunakan narkoba, karena dampak bahayanya sangat banyak, terutama bagi kesehatan.

Acara yg berlangsung atas kerja sama DPC BPAN Ai Oi yang bekerja sama dengan Pemda Oi dan BNNK Oi ini dihadiri oleh para narasumber yang berasal dari Porles Oi, Dinas Kesehatan Oi dan BNNK Oi juga di hadiri para tamu undangan yg berasal dari unsur muspida dan pemerintahan kabupaten Oi, juga para peserta dari kalangan pelajar yg di perkirakan berjumlah 300 peaerta.. (ian)

 
Support : WebMaster | Jun Manurung
Copyright © 2011. Potret Sumsel - All Rights Reserved
Template Created by Jun Manurung
Proudly powered by posmetrocibergroup